Mark Zuckerberg punya resolusi cukup unik di tahun 2015 ini. Bos Facebook ini menantang dirinya untuk membaca buku baru setiap dua minggu sekali. Tak sendirian, Zuckerberg menantang para pengikutnya untuk ambil bagian dalam resolusi ini.
Ya, miliuner muda ini menantang dirinya menjalani 'diet media'. Zuckerberg ingin lebih selektif mengkonsumsi berita dan beralih membaca buku yang dinilainya punya nilai tambah serta membuatnya lebih berwawasan.
Suami dari Priscila Chan ini menantang dirinya membaca buku baru setiap dua minggu sekali. Agar lebih seru, Zuckerberg mengumumkan niatannya ini secara terbuka dan mengajak sekitar 30 juta followernya.
Dia bahkan sengaja membuat Facebook Page baru yang dinamainya 'A Year of Books'. Siapa saja yang berminat mengikuti jejak Zuckerberg, bisa follow akun ini. Di halaman Facebook Page itu, dijelaskan bahwa anggotanya akan rutin membaca buku dan mendiskusikannya.
"We will read a new book every two weeks and discuss it here. Pur books will emphasize learning about new cultures, beliefs, histories and technologies," demikian deskripsi yang ditulis Zuckerberg pada halaman tersebut.
Adapun buku pertama yang direkomendasikan adalah 'The End of Power: From Boardrooms to Battlefields dan Churches to States, Why Being In Charge Isn't What It Used to Be' karya Moises Naim. Menariknya, halaman ini sepertinya bakal menuai berkah bagi si penulis yang bukunya masuk dalam rekomendasi halaman ini.
Pasalnya, kedua buku ini kemudian langsung laris. Amazon.com langsung kehabisan stok dan penjualan buku tersebut berada di ranking 138. Di sisi lain, ajakan Zuckerberg bisa juga menggairahkan minat baca.
Ya, miliuner muda ini menantang dirinya menjalani 'diet media'. Zuckerberg ingin lebih selektif mengkonsumsi berita dan beralih membaca buku yang dinilainya punya nilai tambah serta membuatnya lebih berwawasan.
Suami dari Priscila Chan ini menantang dirinya membaca buku baru setiap dua minggu sekali. Agar lebih seru, Zuckerberg mengumumkan niatannya ini secara terbuka dan mengajak sekitar 30 juta followernya.
Dia bahkan sengaja membuat Facebook Page baru yang dinamainya 'A Year of Books'. Siapa saja yang berminat mengikuti jejak Zuckerberg, bisa follow akun ini. Di halaman Facebook Page itu, dijelaskan bahwa anggotanya akan rutin membaca buku dan mendiskusikannya.
"We will read a new book every two weeks and discuss it here. Pur books will emphasize learning about new cultures, beliefs, histories and technologies," demikian deskripsi yang ditulis Zuckerberg pada halaman tersebut.
Adapun buku pertama yang direkomendasikan adalah 'The End of Power: From Boardrooms to Battlefields dan Churches to States, Why Being In Charge Isn't What It Used to Be' karya Moises Naim. Menariknya, halaman ini sepertinya bakal menuai berkah bagi si penulis yang bukunya masuk dalam rekomendasi halaman ini.
Pasalnya, kedua buku ini kemudian langsung laris. Amazon.com langsung kehabisan stok dan penjualan buku tersebut berada di ranking 138. Di sisi lain, ajakan Zuckerberg bisa juga menggairahkan minat baca.

Post a Comment